MAKALAH
ANALISIS
KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Tentang
REKRUTMEN
TENAGA KERJA
Disusun
Oleh
DANIL :15155003
YOSKI HARYONO :15155012
Dosen Pembimbing
Dr.Jasrial, M.Pd
JURUSAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG (UNP)
2016
M/1437 H
BAB I
PENDAHULUAN
Pegawai merupakan sumber daya manusia
yang paling penting dalam organisasi public. Pegawai yang baik dan memenuhi
standar kualitas, hanya akan dapat diperoleh melalui upaya penarikan tenaga
kerja atau rekrutmen yang efektif. Agar dapat melakukan proses penarikan tenaga
kerja yang efektif, harus tersedia informasi yang akurat dan berkelanjutan
mengenai jumlah dan kualitas individu yang diperlukan untuk melaksanakan
berbagai tugas pokok dan fungsi organisasi. Keberhasilan proses penarikan
tenaga kerja dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan fungsi dan
aktivitas manajemen sumberdaya manusia lain yang dilakukan setelah proses
penarikan tenaga kerja selesai dilakukan. Penarika tenaga kerja sebagai pintu
masuk seseorang ke dalam dunia kerja. Mengingat sebagai pintu masuk, maka
penarikan harus diselenggarakan secara serius dan hati-hati.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Penarikan Tenaga Kerja Atau Rekrutmen Tenaga Kerja
Penarikan
tenaga kerja yang berhasil adalah penarikan yang bersifat merit system. Tetapi ada beberapa hal sering terjadi pada penarikan
tenaga kerja yang bersifat spoil system.
Fungsi-fiungsi tersebut meliputi fungsi penempatan, fungsi pengembangan, fungsi
control dan adaptasi. Sedangkan aktivitas yang mengikuti penarikan tenaga kerja
adalah seleksi, orientasi, dan promosi jabatan.
Penarikan dunia kerja atau rekrumen adalah proses
mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk menjadi pegawai pada dan oleh
organisasi tertentu atau sebagai serangkaian aktivitas mencari dan memikat
pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang
diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan
kepegawaian (Sulistiyani & rosidah 2009, dalam danang suyono 2012, h.93)
Menurut bernadian dan russel (1993) (dalam danang
suyono 2012, h.93) penarikan tenaga kerja merupakan proses penemuan dan
penarikan para pelamar yang tertarik dan memiliki kualifikasi terhadap lowongan
yang di butuhkan. Aktivitas penarikan tenaga kerja menjadi penting karena:
1. Mayoris
organisasi baik public maupun swasta berasumsi bahwa akan mengalami kekurangan
pegwai yang memiliki keahlian-keahlian yang dibutuhkan untuk pegawai-pegawai
modern.
2. Perampingan
organisasi dan langkah-langkah penghematan biaya yang dilancarkan dalam
tahun-tahun terakhir telah menyebabkan anggaran semakin kecil dibandingkan
sebelumnya.
Kedua alasan diatas menunjukkan bahwa
penarikan tenaga kerja atau rekrutmen menjadi penting untuk mendapatkan pegawai
yang baik dan memiliki komitmen tinggi kepada tugas dan fungsi dalam
organisasi. Khususnya oraganisasi public dewasa ini terjadi penataan kembali
atau restrukturisasi akibat arus reformasi yang mengagendakan upaya pembenahan
jajaran birokrasi pemerintah.
Dapat disimpulkan bahwa rekrutmen
merupakan proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk
jabatan atau pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi atau perusahaan.
Berarti rekrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima seseorang
dalam suatu lembaga atau organisasi.
B.
Tujuan
Penarikan Tenaga Kerja
Program penarikan tenaga kerja yang
ideal adalah sebuah program di mana sejumlah pelamar yang berkualitas ditarik
dan menerima posisi jabatan tertentu yang dilakukan dengan cara yang sangat
efisien. Kebijakan penarikan tenaga kerja di masa lampau lebih memfokuskan pada
penempatan posisi-posisi diisi dengan mempertimbangkan biaya dan pengisian yang
lebih cepat, namun dewasa ini lebih menekankan pada dimensi kualitas pegawai.
Penarikan tenaga kerja yang menggunakan dimensi kualitas pegawai memiliki sudut
pandang yang lebih memadai dan lebih komprehensif. Aspek yang dipertimbangkan
bukan hanya satu titik yaitu sebuah posisi saja melainkan lebih memandang
kebutuhan organisasi secara utuh secara pospektif. Dengan demikian aspek
dimensi keluasan organisasi, kinerja dan aspek waktu beberapa tahun yang akan datang.
Secara umum, tujuan penarikan tenaga
kerja adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan persyaratan
yang dituntut suatu pekerjaan. Secara khusus, tujan penarikan tenaga kerja,
antara lain:
1. Agar
sesuai dengan program dan strategi perusahaan
2. Untuk
menentukan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang
3. Untuk
mendukung kebijaksanaan perusahaan dalammengelola sumber daya manusia yang
beragam
4. Membantu
dalam meningkatkan keberhasilan proses pemilihan tenaga kerja dengan mengurangi
calon karyawa yang jelas tidak memenuhi syarat menjadi karyawan
5. Mengurangi
kemungkinan keluarnya karyawan yang baru kerja
6. Sebagai
upaya dalam mengkoordinasikan penarikan dengan program pemilihan dan
pengembangan tenaga kerja
7. Melakukan
evaluasi efektif tidaknya berbagai teknik yang dilakukan dalam penarikan tenaga
kerja
8. Memenuhi
kegiatan perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam hal mengurangi
pengangguran. (Wilson Bangun, 2012, h. 144)
Program penarikan tenaga kerja yang baik
perlu melayani banyak tujuan. Tujuan penarikan tenaga kerja yang sering disebut
yaitu memikat sekumpulan besar pelamar kerja, tetapi kumpulan-kumpulan pelamar
tersebut sedemikian besarnya sehingga sangat memahami biaya untuk pemprosesan.
Untuk itu aktivitas penarikan tenaga kerja perlu memantapkan tujuan-tujuannya
yang meliputi: 1) penarikan tenaga kerja sebagai alat keadilan social, 2)
penarikan tenaga kerja sebagai teknik untuk memaksimalkan efisien, 3) penarikan
tenaga kerja sebagai strategi responsivitas politik (Sulistiyani & Rosidah,
2009, dalam Danang Sunyoto, 2012, h. 94).
Upaya mendapatkan pegawai yang baik dan
memiliki komitmen yang tinggi memerlukan rancangan program penarikan tenaga
kerja yang baik. Dasar program penarikan tenaga kerja yang baik mencakup
factor-faktor sebagai berikut:
1. Program
penarikan tena kerja tidak pernah mengkompromikan standar seleksi
2. Program
penarikan tenaga kerja memikat banyak pelamar yang memenuhi syarat
3. Berlangsung
atas dasar yang berkesinambungan
4. Program
penarikan tenaga kerja itu kreatif, imajinatif dan inovatif.
C.
Kebijakan
Penarikan Tenaga Kerja
Kebijakan penarikan tenaga kerja
menggambarkan keinginan atau tujuan penarikan tenaga kerja. Misalnya manajemen
akan berusaha mendapatkan orang yang terbaik untuk jabatan atau akan berusaha
mengisi semua jabatan dengan mereka yang memiliki syarat-syarat yang sebaik-baiknya.
Banyak pertanyaan atau masalah yang harus dijawab (Moekijat, 1999, dalam Danang
Sunyoto, 2012, h.96).
Kebijaksanaan penarikan tenaga kerja
hendaknya membuat peraturan yang menentukan, apakah pencarian pegawai baru akan
meluas sampai di luar perusahaan, di luar surat lamaran dan sebagainya.
Kebijaksanaan tersebut hendaknya menentukan apakah golongan-golongan tertentu
akan dipendang sebagai golongan yang tidak terpakai untuk pekerjan-pekerjaan
dalam organisasi. Kebijakan dapat mempertimbangkan bahwa bangsa-bangsa tertentu
tidak dapat diterima dalam satu perusahaan atau dalam satu organisasi tertentu.
Kebijaksaan penarikan tenaga kerja dapat
menentukan pola yang berhubungan dengan jenis sumber tenaga kerja yang
diselidiki. Apakah dalam mencari tenaga kerja, pimpinan organisasi atau
perusahaan langsung datang ke sekolah-sekolah atau universitas-universitas
dalam mencari calon-calon yang umum belum mempunyai pengalaman kerja atau ia
mengambil calon-calon dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Kebijaksanaan
penarikan tenaga kerja dapaggunakan iklan dalam menggunakan iklan dalam surat
kabar atau menggunakan televise atau radio.
D.
Kendala
Dalam Penarikan Tenaga Kerja
Berbagai penelitian dan pengalaman
banyak orang dalam hal penarikan tenaga kerja, menunjukkan bahwa kendala yang
biasa dihadapi dapat mengambil tiga bentuk, yaitu kendala yang bersumber dari
organisasi bersangkutan, kebiasaan para pencari tenaga kerja sendiri dan factor
eksternal yang bersumber dari lingkungan di mana organisasi bergerak (Sondang
S,2008)
1. Factor-faktor
organisasi
Berbagai kebijaksanaan
yang ditetapkan dan diberlakukan dalam suatu organisasi dimaksudkan agar
organisasi yang bersangkutan semakin mampu mencari berbagai tujuan dan
sasarannya. Hal penting yang perlu mendapat perhatian bahwa mungkin saja
berbagai kebijaksanaan tersebut membatasi ruang dan gerak para pencari tenaga
kerja baru. Beberapa kebijaksanaan yang mungkin menjadi kendala dalam proses
penarikan tenaga kerja:
a. Kebijakan
promosi
b. Kebijaksanaan
tentang imbalan
Ada empat hal yang peru
dipertimbangkan dalam kebijakan tentang imbalan yaitu:
1) Kepentingan
para anggota organisasi yang dalam banyak hal tercermin dalam kesepakatan
antara serikat pekerjaan dengan manajemen
2) Kemampuan
organisasi yang bersangkutan memberikan imbalan pada tingkat tertentu
3) Keharusan
menaati berbagai peraturan perundang-undangan
4) Pertimbangan
lokasi
c. Kebijakan
tentang status kepegawaian
d. Rencana
sumber daya manusia
2. Kebiasaan
pencari tenaga kerja
Pada satuan kerja yang mengelola sumber
daya manusia biasanya terdapat sekelompok pegawai yang tugas utamanya adalah
melakukan rekrutmen. Mereka adalah tenaga spesialis yang memahami berbagai segi
proses rekrutmen. Sebagai tenaga spesialis diharapkan bahwa mereka yang sering
pula dikenal sebagai pencari tenaga kerja itu, mampu bertindak dan berfikir
secara rasional. Akan tetapi karena berbagai factor, seperti latar belakang
pendidikan dan pengalaman, para pencari tenaga kerja tersebut mungkin saja
sudah mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu. Sebagaimana halnya dengan
berbagai kebiasaan lain dalam kehidupan seseorang tentu kebiasaan tersebut ada
segi positif dan juga segi negative
Segi positifnyan antara lain proses ja
dapat berlangsung dengan relative cepat karena berkat pengetahuan dan
pengalamannya, para pencari tenaga kerja itu telah menguasai renca sumber daya
manusia dalam organisasi, mengetahui preferensi para manajer yang kelak akan
membawahi tenaga kerja baru, telah memiliki infomasi tentang analsis pekerjaan
yang terdapat dalam organisasi dan telah pula mengenali dengan baik
sumber-sumber pencarian pekerjaan. Mereka juga telah mengauasai metode
penarikan tenaga kerja yang paling tepat digunakan sesuai dengan tuntutan
pekerjaan yang akan dilakukan.
Segi negatifnya dari kebiasaan yang
tentunya merupakan kendala dalam proses penarikan tenaga kerja adalah
kecendrungan berbuat kesalahan yang sama terutama jika kesalahan yang pernah
dibuat tidak mempunyai dampak negative kuat bagi organisasi, karena misalnya
tenaga kerja yang direkrut mampu bekerja sesuai dengan tuntutan tugasnya. Segi
negative lain adalah sikap pandang mudah terhadap tugasnya sehingga usaha
penarikan tenaga kerja dihentikan jika telah ada lamaran yang masuk dan tidak
lagi berusaha mencari alternative lamaran sehingga benar-benar terbaikah yang
diterima.
3. Kondisi
eksternal (Lingkungan)
Beberapa contoh dari
factor eksternal yang perlu diperhatikan dalam proses penarikan tenaga kerja
sebagai berikut:
a. Tingkat
pengangguran
b. Kedudukan
organisasi pencari tenaga kerja baru
c. Langka
tidaknya keahlian atau keterampilan tertentu
d. Proyeksi
angkatan kerja pada umumnya
e. Peraturan
perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan
f. Praktik
penarikan tenaga kerja oleh organisasi-organisasi lain
g. Tuntutan
tugas yang kelak akan dikerjakan oleh para tenaga kerja baru.
E.
Sumber
Penarikan Tenaga Kerja
Sering
terjadi bahwa pegawai-pegawai sendiri bertindak secara recruiters atau orang-orang yang menarik tenaga kerja atau mereka
mengusulkan nama dari teman-teman mereka sendiri.
Menurut
Dale Yoder yang dikutip Moekijat (1999), dalam Bukunya Personnel Principles and
Polices, jenis-jenis sumber tenaga kerja sebagai berikut:
1. Sumber
dari dalam
2. Penarikan
tenaga kerja oleh pegawai-pegawai lama
3. Pesaing-pesaing
sebagai sumber tenaga kerja
4. Kantor
urusan pegawai baik milik pemerintah maupun milik swasta (pegawai-pegawai yang
telah pension)
5. Serikat
pekerja
6. Kader-kader
pimpinan
7. Orang-orang
yang baru pindah dari daerah lain dan orang-orang yang mengembara disamping
sumber di atas, penarikan tenaga kerja dilakukan juga melalui
a) Dari
dalam perusaan itu sendiri
b) Teman-teman
pegawai perusahaan
c) Jawatan
penempatan tenaga kerja
d) Lembaga-lembaga
pendidikan
e) Advertensi
f) Sumbe-sumber
lain.
Keunggulan
dan kelemahan penarikan tenaga kerja karyawan internal dan eksternal (sjafri
mangkuprawira, 2001, h. 96)
|
Penarikan Tenaga Kerja Internal
|
Penarikan Tenaga Kerja Eksternal
|
|
Keunggulan:
1.
Karyawan telah familiar dengan
perusahaan
2.
Biaya penarikan tenaga kerja dan
pelatihan lebih rendah
3.
Meningatkan moral dan motivasi
karyawan
4.
Peluang berhasil karena penilaian
kemampuan dan keahlian lebih tepat
|
Keunggulan:
1.
Memiliki gagasan dan pendekatan
baru
2.
Bekerja mulai dengan lembaran
bersih dan memerhatikan spesifikasi pengalaman
3.
Tingkat pengetahuan dan keahlian
tdak tersedia dalam perusaan yang sekarang
|
|
Kelemahan:
1.
Konflik politik promosi posisi
2.
Tidak berkembang
3.
Masalah moral tidak dipromosikan
|
Kelemahan:
1.
Keterbatasan keteraturan antara
karyawan dan perusahaan
2.
Moral dan komitmen karyawan
rendah
3.
Periode penyesuaian yang lama
|
F.
Teknik
Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja ang dilekukan
organisasi public maupun organisasi swasta mempunyai tiga teknik yaitu, Centralized Recruitment Technique,
Decentralized Recruitmen Technique, dan Name Request (Sulistiyani &
Rosidah, 2009) dalam Danang Sunyoto, 2012, h. 104
1. Centralized Recruitment Technique
Teknik ini lebih
efisien mengingat sekali penarikan tenaga kerja dapat menarik sejumlah besar
pegawai untuk memenuhi kebutuhan beberapa departemen, yang berarti telah
menghemat biaya. Departemen sumber daya manusia secara periodic mengestimasikan
jumlah dan kualitas pegawai yang diperlukan. Namun dalam kenyataannya,
memprediksi kebutuhan pegawai secara akurat tidak sederhana. Manajer sumber
daya manusia pusat cenderung over
estimate karena berpandangan lebih baik kelebihan dari pada kurang,
sehingga untuk mengurangi biaya dilakukan dengan mengurangi jumlah pelamar.
Disadari semua itu maka departemen sumber daya manusia pusat akan mengumumkan
lowongan jabatan meliputi:
a) Job
title, job classification, dan tingkat gaji
b) Lokasi
tugas
c) Deskripsi
tugas
d) Kualifikasi
minimum
e) Mulai
pendaftaran
f) Prosedur
pelamar
g) Penutupan
pendaftaran
Untuk
memproyeksikan secara tepat mengenai kebutuhan-kebutuhan pembayaran baru tidak
mudah, hal ini menurut Cardoso (1999) karena:
a) Krisis
politik atau pemotongan anggaran yang dapat secara drastic memengaruhi
kebutuhan-kebutuhan penarikan tenaga kerja, dan karenanya berpengaruh terhadap
kualitas dari pada perkiraan.
b) Para
manajer cenderung memperkirakan terlalu tinggi jumlah pegawai yang mereka
butuh, hanya karena menurut pandangan mereka lebih baik mempunyai banyak
pelamar dari pada terlalu sedikit
c) Posisi-posisi
yang khusus membutuhkan sejumlah besar pelamar karena suatu persentase yang
tinggi dari pada pelamar mungkin ditolak oleh instansi yang menyeleksi karena
tidak memenuhi persyaratan-persyaratan spesialisasi dari posisi tersebut,
walaupun mereka memenuhi semua persyaratan masuk yang umum.
2. Decentralized Recruitmen Technique,
Teknik ini biasanya
dipergunakan oleh instansi-instansi yang relative lebih kecil, untuk
kebutuhan-kebutuhan penarikan tenaga kerja yang bersifat terbatas dan dalam
suatu instansi memiliki berbagai tipe pegawai. Penarikan tenaga kerja semacam
ini dipergunakan untuk posisi-posisi yang yang bersifat khusus.
3. Name Request
Teknik ini merupakan
kombinasi antara politik dan sipil yang dalam proses penarikan tenaga kerja
melibatkan nilai-nilai political
responsiveness dan managerial
efficiency. Contoh penarikan tenaga kerja berdasarka pada kebutuhan pegawai
dalam suatu instansi. Para pegawai yang terpilih meminta birokrasi tertentu
untuk melihat apakah seseorang sesuai dengan kualifikasi tertentu. Selanjutnya
mereka akan dinasehati oleh birokrat.
Pandangan lain dari
pendukung teknik ini berpendapat bahwa melalui teknik ini instansi memungkinkan
untuk mewawancarai dan melakukan praseleksi terhadap pelamar yang memenuhi
tuntutan kualifikasi. Dengan demikian akan dapat menekan biaya terutama biaya
surat menyurat. Bahkan ada pendapat bahwa teknik ini akan lebih memungkinkan
melihat kombinasi nilai-nilai efisiensi dan daya tanggap politik.
G.
Fomulir
Lamaran Pekerjaan
Formulir lamaran pekerjaan adalah
catatan permanen dari kualifikasi pelamar untuk suatu pekerjaan. Disamping itu
untuk penyediaan informasi yang diperlukan untuk proses penyelesaian, surat
lamaran juga diserahkan kepada dinas penempatan tenaga kerja sebagi laporan.
Spesialis sumber daya manusia mempelajari surat lamaran untuk memeriksa latar
belakang pelamar yang akan dikembangkan dalam proses wawancara. Bagian
terpenting dari proses penyeleksian adalah verifikasi pengalaman kerja pelamar
dan sumber rujukan. Beberapa pelamar akan memberikan pengalaman yang berbeda,
seperti hanya keahlian yang mereka isi dalam formulir pekerjaan.
Pengisian foemulir lamaran dapat juga
digunakan sebagai alat penyaringan untuk menghasilkan penilaian umum. Disini
speialisasi sumber daya manusia me-review
semua surat lamaran dan menilai keinginan umum setiap pelamar.
Lima aspek penting dalam pengisian
formulir lamaran yang baik adalah sebagai berikut:
a. Pelamar
menerangkan dengan sebenarnya bahwa daftar informasi dan tanggal yang disajikan
adalah benar
b. Pelamar
setuju sepenuhnya pada hasil pengujian kesehatan sesuai dengan syarat-syarat
pekerjaan
c. Pelamar
memberikan wewenang kepada pengusaha, majikan sebelumnya, dan rujukan untuk
menyediakan informasi latar belakang pelamar yang sebenarnya
d. Pelamar
memahami dan menerima bahwa pekerjaannya adalah sebagai kehendaknya dan dengan
demikian dapat dihentikan setiap saat dengan atau tanpa sebab
e. Hanya
persetujuan pekerjaan tertulis yang ditandatangani badan formal-legal yang
abash menawarkan pekerjaan.
Bentuk
isian formulir lamaran umumnya terdiri atas sebagai berikut:
Nama:
Tempat Tanggal
Lahir
Alamat:
Latar belakang
pendidikan:
Pengalaman
kerja:
Organisasi yang
pernah diikuti serta posisi dalam organisasi:
Pengalaman
Pekerjaan:
BAB III
KESIMPULAN
Penarikan tenaga kerja merupakan tindak
lanjut dari perencanaan sumber daya manusia untuk mengisi kekosongan jabatan
sesuai jumlah dan mutu tenaga kerja yang dibutuhkan. Penarikan tenaga kerja
merupakan proses pencarian calon karyawan untuk dipekerjakan pada posisi yang
ditentukan. Penarikan tenaga kerja diperoleh dari pasar tenaga kerja yaitu
populasi angakatan kerja, angkatan tenaga kerja yang memenuhi syarat sebagai
pelamar, dan pelamar yang diterima sebagai calon karyawan.
Penarikan tenaga kerja bersumber dari
dalam dan luar perusahaan. Penarikan dari dalam perusahaan dapat dilakukan
melalui pengumuman pekerjaan, secara lisan, riwayat kerja karyawan, daftar
kinerja karyawan, daftar karyawan senior dan berdasarkan percakapan karyawan
yang dilihat pada arsip karyawan melalui computer bank data di bagian sumber
daya manusia. Penarikan tenaga kerja adapat pula dilakukan dari luar perusahaan
bila jumlah yang dibutuhkan banyak atau jenis dan kualitas tenaga kerja di
dalam perusahaan tidak ada yang sesuai kebutuhan. Metode penarikan dari luar
perusahaan adalah karyawan datang sendiri, rekomendasi dari karyawan dalam
perusahaan, iklan di media masa, serikat pekerjaan, perusahaan-perusahaan
tenaga kerja, lembaga pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan lain,
dan internet.
Tidak ada satu metode penarikan yang
sempurna dapat dilakukan untuk memberikan hasil yang terbaik. Setiap metode
penarikan memiliki kelemahan dan kelebihan, oleh karena itu perlu dilakukan
evaluasi untuk penerapan metode yang digunakan pada periode tertentu. Beberpa
factor yang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan atas metode-metode
penarikan tenaga kerja, antara lain yaitu biaya dan manfaat atas penarikan
tenaga kerja, waktu yang diperlukan untuk mengisi lowongan, dan kualitas dan
kuantitas penarikan tenaga kerja.
DAFTAR
PUSTAKA
Bangun, Wilson, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Erlangga:
Bandung
Dessler, Gary, 2010, Manajemen Sumber daya manusia Edisi
Kesepuluh Jilid 1, PT. Indeks: Jakarta
Barat
Mangkuprawira, Sjafri, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Ghalia Indonesia: Jakarta Selatan
Sunyoto, Danang, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, CAPS (
Center for Academic Publishing
Service): Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar