welcom


SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA SELAMAT MEMBACA
WELCOM TO BLOG DANIL TEKNOLOGI PENDIDIKAN

SELAMAT MEMBACA DAN JANGAN LUPA KOMENTARNYA

Minggu, 06 Maret 2016

DASAR DAN KONSEP PEMBELAJARAN JARAK JAUH



MAKALAH
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Tentang
DASAR DAN KONSEP PEMBELAJARAN JARAK JAUH








Disusun Oleh
DANIL                                   :15155003


Dosen Pembimbing
Dr.Ridwan, M.Sc.Ed



JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG  (UNP)
2016 M/1437 H


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Allah SWT, berkat hidayah dan rahmat-Nya Penulis dapat menyusun makalah Teknologi Pembelajaran Jarak Jauh ini yang berjudul “Dasar Dan Konsep Pembelajaran Jarak Jauh”.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Akhirnya pada semua pihak yang langsung maupun tidak langsung ikut membantu penyelesaian makalah ini, Penulis mengucapkan terima kasih.
Kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada Penulis.
Akhirnya Penulis ucapkan wa bi-Allah al-Taufiq wa al-Hidayah.
                                               




                                                                                                Padang,  Maret 2016
           
                                                                                                                        Wassalam



   Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

Istilah system pendidikan terbuka dan jarak jauh berasal dari dua istilah, yaitu system pendidikan terbuka dan system pendidikan jarak jauh. Pada tahun 1970 an, kedua istilah tersebut digunakan sedemikian rupa secara bergantian dengan pengertian yang sama, yaitu system pendidikan di mana siswa dan gurunya terpisah secara fisik dan geografis. Pada tahun 1980-an dengan munculnya terobosan baru dalam bidang pembelajaran individual, yang di kenal dengan flexible learning, istilah system pendidikan terbuka menjadi popular dan memiliki makna tersendiri demikian juga dengan system pendidikan jarak jauh yang memiliki perubahan makna seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di akhir abad 20. Menjelang abad 21, system pendidikan terbuka dan system pendidikan jarak jauh menjadi kecendrungan system pendidikan di banyak Negara.



BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP DAN DASAR PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
A.    SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH
System pendidikan jarak jauh pada awalnya berbentuk pendidikan koresponden. Pendidikan koresponden mulai dikenal sekitar tahun 1720-an sebagai suatu bentuk pendidikan orang dewasa. Proses pembelajaran dalam pendidikan koresponden terjadi melalui bahan ajar cetak yang di kenal sebagai self-instructional texs, di kombinasikan dengan komunikasi tertulis antara pengajar dengan siswa. Istilah pendidikan koresponden dianggap terlalu sempit. Kemud muncul istilah independent study (belajar mandiri), home study (belajar di rumah) exsternal studi (belajar di luar sekolah). Baru pada sekitar tahun 1970-an bersamaan berdirinya Open University di Inggris. Istilah pendidikan jarak jauh menjadi popular dan digunakan untuk mencakup pendidikan korepondensial.
Setelah tiga dasawarsa terakhir istilah system pendidikan jarak jauh yang berasal dari bahasa inggris distance education di gunakan untuk menjelaskan beragam pendekatan terhadap proses belajar mengajar. System pendidikan jarak jauh mempunyai dua komponen yaitu system belajar jarak jauh dan system pengajaran jarak jauh. Sistem belajar jarak jauh memberikan penekanan kepada siswa dan proses belajar, sedangkan system pengajaran jarak jauh lebih terfokus pada proses pengajaran,system organisasi, dan pengajarannya. Sementara itu system pendidikan jarak jauh berfokus pada kedua sisi secara utuh, baik pada siswa dan proses belajarnya, maupun pada proses pengajaran, system organisasi dan pengajarannya.
Berbagai ahli telah mencoba mendefenisikan pendidikan jarak jauh menurut sudut pandangannya masing-masing:
1.      Suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis, penyajian materi pembelajaran, dan penyediaan serta pemantauan keberhasilan siswa dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab yang saling berbeda. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media. Sebaliknya system pendidikan jarak jauh adalah system pendidikan langsung atau tatap muka. Suatu system pembelajaran yang terjadi karena adanya kontang langsung antara tenaga pengajar dengan siswa (Dohmen, 1967) (Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
2.      Suatu metode pembelajaran yang menggunakan koresponden sebagai alat komunikasi antara tenaga pengajar dengan siswa, serta adanyan interaksi antara siswa dalam proses pembelajaran (Mac Kenzie, Christensen & Rigby, 1968. Di Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
3.      System pendidikan yang tidak mempersyaratkan adanya tenaga pengajar  di tempat seseorang belajar, namun kemunginan adanya pertemuan-pertemuan antara pengajar dan siswa pada waktu-waktu tertentu (Frenc Law, 1971. Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
4.      Suatu metode untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang di kelola berdasarkan pada penerapan konsep berjalan, prinsip-prinsip organisasi. Dan pemanfaatan media secara ekstensif terutama dalam reproduksi bahan ajar. Sehingga memungki terjadi proses pembelajaran pada siswa dalam jumlah banyak pada saat bersamaan di manapun mereka berbeda. (Peters, 1973. Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
5.      Suatu metode pembelajaran di mana proses pengajaran terjadi secara terpisah dari proses belajar. Sehingga komunikasi antara tenaga pengajar dan siswa harus difasilitasu melalu bahan cetak, media elektronik, dan media-media lain (Moore, 1973. Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
6.      Suatu bentuk pendidikan yang meliputi beraga bentuk pembelajaran pada berbagai tingkat pendidikan yang terjadi tanpa adanya pegeliatan tutor secara langsung dan terus menerus terhadap siswa dalam suatu lokasi yang sama, namun memerlukan proses perencanaan pengorganisasian dan pemantauan dari suatu oraganisasi pendidikan, serta penyediaan proses pembimbing dan tutorial baik dalam bentuk langsung maupun simulasi. (Holmberg, 1977. Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
Tahun 1980, Keegan memberikan definisi system pendidikan jarak jauh berdasarkan hasil analisisnya terhadap beragam definisi dan tradisi praktis. Menurut Keegan system pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik sebagai berikut: (Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 13).
1.      Terpisahnya pengajar dan siswa yang membedakan pendidikan jarak jauh dengan pengajaran tatp muka
2.      Ada pengaruh dari suatu organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri di rumah
3.      Penggunaan beragam media untuk mempersatukan pengajar dan siswa dalam suatu interaksi pembelajaran.
4.      Penyediaan komunikasi dua arah sehingga siswa dapat menarik manfaat darinya dan bahkan mengambil inisiatif dialog
5.      Kemungkinan pertemuan sekali-sekali untuk keperluan pembelajaran dan social
6.      Proses pendidikan yang memiliki bentuk hampir sama dengan proses industry
Jika diperhatikan dengan seksama, maka dari beragam defenisi tentang system pendidikan jarak jauh terlihat adanya kesamaan maupun perbedaan. Di samping perbedaan-perbedaan tersebut, dan telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan kemajuan yang terjadi, keterpisahan antara siswa dan pengajar tetap menjadi cirri utama system pendidikan jarak jauh. Selain keterpisahaan antara siswa dan pengajar, persamaan lain yang dikemukakan oleh berbagai defenisi ialah pemanfaatan beragam media dalam system pendidikan jarak jauh untuk keperluan komunikasi, jika tidak ada media maka pendidikan jarak jauh tidak aka nada, sesungguhnya system pendidikan jarak jauh adalah system belajar dan mengajar melalui media.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa system pendidikan jarak jauh didasarkan pada keterpisahan antara siswa dan pengajar dalam ruang dan waktu. Pemanfaatan bahan belajar yang dirancang dan di produksi secara sistematis, adanya komunikasi tidak terus menerus antara siswa dengan siswa, tutor, dan organisasi pendidikan melalui beragam media serta adanya penyediaan dan pemanfaatan yang intensif dari suatu organisasi pendidikan.
B.     SYSTEM PENDIDIKAN TERBUKA
Istilah system pendidikan terbuka, sebagi terjemahan dari istilah bahasa inggris open education sering kali digunakan sebagai istilah yang sama maknanya dengan system pendididkan jarak jauh. Sebuah organisasi pendidikan arak jauh dapat dapat saja menerapkan sitem pendidikan terbuka, begitu juga dengan sebuah organisasi pendidikan terbuka dapat saja menerapkan system pendidikan jarak jauh. Nenurt Foks (1987), (Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 18), pendidikan terbuka merupakan pola pikir dan  pendekatan yang digunakan untuk menyediakan beragam pilihan dalam belajar bagi siswa, serta memberikan sebanyak mungkin kendali bagi siswa untuk menentukan hal yang akan dipelajari dan strategi belajar. Cunningham (1987), (Dalam Tian Belawati,dkk, 1999, h. 19), menyatakan bahwa pendidikan terbuka sama dengan self-managed learning
Pada dasrnya para ahli pendidikan terbuka berpendapat bahwa pendidikan terbuka membuka kesempatan belajar kepada segala lapisan dan kelompok masyarakat sehingga memungkinkan mereka lebih memiliki kebersamaan pilihan dalam belajar. Dalam hal ini termasuk juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap pendidikan, dan menyediakan kesempatan yang lebih besar bagi siswa untuk mengendalikan pengelolaan proses belajar
Ada tiga hal utama yang menjadi criteria seberapa terbuka suatu system pendidikan, yaitu:
Siapa yang akan belajar? Menetukan siswa yang dapat berpartisipasi dalam organisasi pendidikan terbuka. Semakin terbuka system pendidikan yang diterapkan organisasi tersebut, senakin minimal persyaratan masuk yang dikenakan kepada siswa.
apa yang dipelajari?  Menetukan keberagaman bidang ilmu dan jenjang program yang dapat dipilih siswa, termasuk juga keragaman kemungkinan penilaian hasil belajar.
Bagaimana siswa belajar? Menjelaskan tentang beragam cara yang dapat di tempuh siswa untuk belajar. Cara dalam hal ini meliputi waktu untuk belajar, tempat untuk belajar, kecepatan belajar, media belajar, jenis bantuan belajar, dan sumber belajar yang digunakan.



C.    DARI PENDIDIKAN JARAK JAUH MENUJU PENDIDIKAN TERBUKA
Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh teknologi juga telah memicu pemikiran yang lebih luas tentang pendidikan jarak jauh. Konsep keterpisahan fisik antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar pada metode pendidikan jarak jauh telah membuka kemungkinan pemanfatan sarana pendidikan secara lebih luas. Dengan tidak dilakukannya kegiatan mengajar dan belajar dalam waktu yang bersamaan, maka rasio ideal dosen-mahasiswa yang membatasi daya serap suatu program pendidikan dapat diabaikan, dan begitu juga dinding kelas yang biasanya memabatasi daya tamping program pendidikan. Kedua hal ini secara drastic mengubah fenomena pendidikan yang sifatnya tertutup menjadi lebih terbuka dalam arti fisik, dan identifikasi pendidikan dengan ruang kelas yang menjadi mengabur.
Fenomena social ekonomi yang berkembang di masyarakat dalam empat decade terakhir juga telah menyebabkan pergeseran dalam pola kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Bila pada era msyarakat industry, system ini hanya merupakan jalan untuk memecahkan masalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil, maka pada era pasca industrialisasi system ini telah jauh berkembang kearah peningkatan kualitas hidup manusia.
Pada era pasca industry, tujuan pendidikan masyarakat secara umum berorientasi pada pencarian diri dan pemenuhan kebutuhan personal. Kebutuhan akan pendidikan tidak terbatas hanya pada saat usia tertentu, tetapi menjadi kebutuhan yang berkelanjutan. Pendidikan kemudian tidak dipandang sebagai suatu yang terbatas pada individu usia sekolah. Disamping itu pesatnya perkembangan teknologi dan industry jasa juga menyeabkan perubahan jenis dan bentuk keterampilan yang di butuhkan oleh dunia pekerjaan. Hal imengakibatkan timbulnya kebutuhan akan pendidikan professional yang berkelanjutan. Dengan demikian konsep pendidikan jarak jauh sebagai distance education telah berubah menjadi continuing education.
System pendidikan jarak jauh kemudian menjadi tampak sebagai suatu metode yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai tujuan pendidikan. Pemasyarakatan dan pengakuan konsep pendidikan terbuka secara eksplisit dilakukan oleh UNESCO. Konsep pendidikan life long education   dan pendidikan education of all yang dideklarasikan oleh UNESCO merupakan suatu ideology yang menekankan pada keterbukaan pendidikan. Kedua konsep ini secara mendasar mengatakan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesepatan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan sepanjang hayat.

D.    SITEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Istilah system pendidikan terbuka dan jarak jauh digunakan sebagai suatu istilah yang mencakup makna system pendidikan terbuka dan system pendidikan jarak jauh. Hubungan antara kedua system tersebut tidak menjadi terpisah sendiri-sendiri tetapi sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam satu bentuk pendidikan. Jika diamati dengan seksama pada prakteknya organisasi pendidikan jarak jauh didirikan karena adanya kebutuhan untuk menjemabtani keterpisahan ruang dan waktu antara siswa dan pengajar, dan juga sebagai upaya untuk membuka akses yang lebih lebar terhadap kesempatan memperoleh penididikan bagi masyarakat, serta untuk memandirikan anggota masyarakat melalui kebebasan memilih. Dengan demikian dalam kenyataan kebanyakan organisasi pedidikan jarak jauh juga menerapkan sitem pendidikan terbuka untuk aspek tertentu, dan kebanyakan organisasi pendidikan terbuka juga menerapkan system pendidikan jarak jauh atau mengadopsi beberapa komponen system pendidikan jarak jauh dalam berbagai aspek. Namun ada juga pendidikan jarak jauh yang sama sekali tidak terbuka .
Dari beragam defenisi serta perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam praktik pendidikan terbuka dan jarak jauh di berbagai Negara, ada beberapa hal yang dapat dismpulkan, yaitu:
1.      Keberadaan system pendidkan terbuka dan jarak jauh, selain untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam kurikulum, juga diarahkan untuk peningkatan akses terhadap pendidikan dengan sendirinya.
2.      System pendidikan terbuka dan jarak jauh memiliki prose dan hubungan interaktif antara siswa dan pengajar secara terbuka dan jarak jauh. Dalam hal ini keberagaman interaksi yang difasilitasi oleh media terstruktur secara sistematis dan bertujuan untuk membantu proses belajar siswa merupakan komponen esensial dalam kegiatan pembelajaran.
3.      System pendidikan terbuka dan jarak jauh memiliki system perencanaan yang berfokus pada siswa dan dapat dipertanggung jawabkan secara public. Proses pembelajaran di rancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa, tanpa melupakan karakteristik pembelajaran terbuka dan jarak jauh.
4.      System pendidikan jarak jauh dan terbuka mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi yang efektif bagi semua yang berpartisipasi di dalamnya yaitu siswa, pengajar atau tutor dan organisasi. Penyajian materi pembelajaran melalui berbagai media dan interaksi yang terjadi antara siswa, pengajar dan organisasi harus berlandasan pada proses komunikasi dan keterampilan komunikasi yang efektif

E.     PERANCANGAN SISTEM DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Sejauh ini, walaupun konsep pendidikan terbuka telah didengungkan dan di masyarakatkan, belum ada penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yang seratus persen terbuka. Pada prakteknya kebanyakan institusi yang menawarkan program pendidikan jarak jauh masih tetap memberlakukan aturan-aturan yang mengurangi keterbukaan, terutama apabila institusi tersebut memberikan akreditasi bagi lulusannya.
System pendidikan jarak jauh ini dapat ditingkatkan keterbukaannya dengan merancang system pembelajran secara lebih fleksibel (Belawati,1999, h. 38), seperti:
1.      Open entry- open exit system
2.      No selection criteria
3.      Open registration system
Perancangan system penyelengaraan yang memperhatikan ketiga butir tersebut akan mampu meningkatkan keterbukaan program pendidikan jarak jauh yang ditawarkan. Perancangan system yang terbuka tersebut telah banyak dilakukan onleh institusi-institusi pendidikanjarak jauh di luar negeri.
Dalam sejarah penggunaan teknologi untuk kepentingan pendidikan, pendidikan jarak jauh selalu yang terdepan. Saat ini teknologi dalam pendidikan jarak jauh telah memasuki generasi yang ketiga, yaitu generasi teknologi jaringan dan multimedia. (Moore & Kearsley, 1996 dalam Belawati,1999, h. 38).
Perpaduan antara perancangan system dan pemanfaatan teknologi tinggi telah mampu meningkatkan keterbukaan system pendidikan. Namun demikian perpaduan ini tetap belum dapat sepenuhnya menghilangkan isu akses dan isu kualitas dalam paradigm pendidikan jarak jauh. Walaupun saat ini terdapat banyak teknologi canggih yang mampu memfsilitasi interaksi di banyak Negara akses masyarakat luas terhadap teknologi canggih tersebut masih terbatas.
F.     KARAKTERISTIK PJJ YANG MENGGUNAKAN BELAJAR-e
Teknologi pembelajaran melalui internet sering disebut belajar-e atau online caourse. Karakteristinya yaitu:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik: guru dan siswa, siswa dan sesame siswa, atau guru dan sesame guru dapat berkomunikasi dengan relative mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler
2.      Memanfaatkan keunggulan computer
3.      Mengunakan bahan ajar bersifat mandiri yang disimpan di computer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
G.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENDIDIKAN JARAK JAUH BELAJAR-e
Menyadari bahwa di internet dapat ditemukan berbagai informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan di mana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja pengguna internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain degan cara yang sangat mudah.
Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia dan literature memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet khususnya dalam pendidikan jarak jauh (Elangoan, 1997, Mulvihil, 1997, Soekartawi,2002, Soekartawi,2003, Utarini,1997, dalam Asandhimitra, 2004, h. 15):
1.      Tersedianya fasilitas moderasi-e, yaitu guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara berkala atau kapan saja. Kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
2.      Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai samapi berapa jauh bahan ajar sudah dipelajari
3.      Siswa dapat belajar atau meriviu bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan, mengingat bahan ajar tersimpan di komputer
4.      Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah
5.      Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6.      Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif
7.      Relative dan lebih efisien, misalnya bagi mereka yang tinggal jauh d
Ri perguruan tinggi atau sekolah konvensional, mereka yang sibuk bekerja, mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri dan sebagainya.
Walaupun demikian pemanfaatan internet atau belajar-e juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan berbagai kritik diantaranya yaitu:
1.      Kurangnya interaksi antara siswa dan guru atau bahkan antara siswa itu sendiri, kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya nilai-nilai dalam proses belajar mengajar
2.      Kecendrungan mengabaikan aspek akademik atau aspek social dan sebaliknya mendorong aspek bisnis
3.      Proses belajar dan mengajar cenderung kearah pelatihan dari pada pendidikan
4.      Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvesional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan TIK
5.      Siswa yang tidak memiliki motivasi yang tinggi cenderung gagal
6.      Tidak semua tersedia fasilitas internet hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komuter
7.      Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal internet
8.      Kurangnya penguasaaan bahasa komputer

BAB III
KESIMPULAN
Pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagi suatu konsep merupakan hasil perkembangan konsep dan praktek pendidikan jarak jauh yang berakar pada correspondence study di awal era masyarakat industry. System pendidikan jarak jauh, baik yang dilandasi paradigm akses maupun kualitas, mengalami perkembangan seiri dengan perkembangan masyarakat pada era pasca industry. Pada era ini kebutuhan masyarakat pendidikan lebih berorientasi pada self realization  dan pemenuhan kebutuhan personal. Di samping itu pesatnya perkembangan teknologi juga meningkatkan kebutuhan akan pendidikan pada pendidikan yang berkelanjutan ini melahirkan konsep pendidikan yang lebih terbuka yang mengakomodasikan proses belajar sepanjang hayat dan bagi semua. Teknologi informasi dan komunikasi yang kian berkembang merupakan slah satu prasarana yang dapat meningkatkan intensitas interaksi dalam proses belajar jarak jauh. Namun demikian, di banyak Negara, peningkatan intensitas interaksi melalui pemanfaatan teknologi canggih juga dapat menurunkan akses masyarakat terhadap program pendidikan tersebut. Oleh karena itu, pemilihan teknologi tepat guna  disamping perancangan system pembelajaran, merupakan hal penting yang akan mempengaruhi tingkat keterbukaan suatu program pendidikan jarak jauh. Secara konseptual, system pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu system pendidikan yang dirancang dan dimaksudkan untuk mengatasi kendala jarak, ekonomi maupun karakteristik demografi, sehingga dapat memberikan kesempatan kepada semua orang untuk belajar sepanjang hayat.

DAFTAR RUJUKAN

Asandhimitra, 2004, Pendidikan Tinggi Jarak Jauh, Cetakan I, Pusat Penerbitan Universitas         Terbuka: Jakarta
Belawati, Tian, dkk, 1999, Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Pusat Penerbitan Universitas       Terbuka: Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar